Penetapan Kadar Fosfat (PO4) Dalam Natrium Hidro Fosfat (Na2HPO4 • 12H2O) Secara Gravimetri


Dasar

Ion Fosfat dapat diendapkan dengan ammonia (NH4OH) dan campuran magnesia membentuk endapan NH4MgPO4 yang berwarna putih. Pengaturan pH harus diperhatikan, karena bila terlalu tinggi Mg(OH)2 akan ikut mengendap. Oleh karena itu, ditambahkan NH4Cl sebagai penyangga. Setelah dipijarkan, endapan NH4MgPO4 terurai menjadi sisa pijar Mg2P2O7 (Magnesium Pirofosfat), NH3 (ammoniak) dan H2O (air).

Reaksi
2Na2HPO4 + 2MgCl2 + 2NH4OH --> 2NH4MgPO4 + 4 NaCl + H2O
2NH4MgPO4 --> Mg2P2O7 + 2NH3 + H2O

Tujuan
Menetapkan kadar Fosfat dalam Natrium Hidro Fosfat.

Alat dan Bahan 
Alat :
  • Pengaduk dan policemen
  • Piala gelas 400 dan 800 ml
  • Kaca arloji
  • Labu semprot
  • Tutup kaca
  • Gelas ukur 10 mL, 50 mL, dan 250 mL
  • Pembakar teklu dan meker / tanur
  • Kaki tiga
  • Kasa asbes
  • Corong beserta penyangga corong
  • Tabung reaksi
  • Gegep besi
  • Oven
  • Cawan porselin
  • Segitiga porselin
  • Desikator 
Bahan :

  • Sampel Na2HPO4 · 12H2O
  • Air suling
  • HCl 4 N
  • Campuran Magnesia 0,1 N
  • NH4Cl 2 N
  • NH4OH 1:10 dan 1 : 20
  • Indikator PP
  • Es batu
  • HNO3 4 N dan AgNO3 0,1 %

Cara Kerja
1.       Ditimbang sampel sebanyak ± 0,5 gram.
2.       Sampel dilarutkan hingga ± 50 mL air suling. 
3.       Larutan diteteskan beberapa tetes HCl 4N. 
4.       Ditambahkan 10 mL NH4Cl 2 N dan 5 mL campuran magnesia 0,1 N (apabila terbentuk endapan putih dilarutkan kembali dengan HCl 4 N hingga larutan kembali jernih).
5.       Piala gelas beserta isinya dididihkan, tutup kaca dibilas kemudian didinginkan di dalam es hingga dingin. 
6.       Larutan diteteskan indikator PP (jumlahnya disesuaikan dengan volume larutan di piala gelas. Satu tetes indikator PP untuk 20 mL larutan). Kemudian diendapkan dengan NH4OH pekat 1 : 10 sedikit demi sedikit hingga larutan berwarna merah muda seulas. 
7.       Pendinginan diteruskan, setelah itu ditambahkan kembali NH4OH pekat 1 : 10 sebanyak ± 1/5 volume larutan di piala gelas.  
8.       Endapan disaring dengan kertas saring Whatman no. 540, kemudian dicuci dengan NH4OH pekat 1 : 20 sehingga bebas pengotor klorida. 
9.       Dilakukan uji pengotor klorida 
a.       Uji pengotor klorida : Sebuah tabung reaksi disiapkan, diisi dengan air filtrat sebanyak ± ¼ volume tabung. Air filtrat diteteskan indikator PP sebanyak 1 tetes, ditambahkan HNO3 4 N hingga larutan di tabung reaksi jernih kembali kemudian diteteskan AgNO3 beberapa tetes, diamati kemudian dibandingkan dengan standarnya. Standarnya dibuat dengan cara yang sama namun penggunaan air filtrat digantikan dengan air pencucinya (dalam penetapan ini air pencuci = NH4OH pekat 1:20). Jika tingkat kejernihan filtrat dan standar sama, maka endapan telah bebas dari pengotor klorida. 
Catatan : penambahan indikator PP saat uji klorida hanya dilakukan pada penetapan ini, tidak pada penetapan kadar yang lain. 
10.   Kertas saring beserta endapannya dikeringkan di oven untuk dilipat, lalu diperarang, dipijarkan, didinginkan di desikator, kemudian ditimbang. 
11.   Serangkaian tahapan pemijaran, pendinginan, penimbangan dilakukan hingga tercapai bobot tetap.

Pembahasan

Garam Fosfat (disini berupa hidrat Na2HPO4 · 12H2O) dapat diendapkan dengan campuran magnesia dan NH4OH pekat 1:10 membentuk endapan NH4MgPO4 yang berwarna putih. Campuran magnesia terbuat dari hablur MgCl2 · 6H2O sebanyak 80 gram, NH4Cl sebanyak 160 gram, dan NH4OH pekat sebanyak 320 mL. Ketiga zat tersebut dicampurkan kemudian diencerkan hingga volumenya 1 liter dan kalau perlu disaring. Penambahan campuran magnesia dilakukan sebelum penambahan NH4OH pekat 1:10 sehingga apabila penambahan campuran magnesia membentuk endapan putih, maka dapat dipastikan terjadi kopresipitasi endapan berupa Mg(OH)2. Karena endapan tersebut tak diinginkan, maka endapan tersebut dilarutkan kembali dengan HCl 4 N.
Setelah endapan Mg(OH)2 kembali larut , maka larutan dididihkan. Hal ini bertujuan untuk membuat larutan yang sempurna, yaitu semua zat terlarut telah homogen sempurna dengan pelarutnya.
Endapan NH4MgPO4 sulit terbentuk pada suhu panas. Oleh karena itu, dilakukan pendinginan setelah pendidihan. Larutan harus benar-benar dingin agar terbentuk endapan yang baik. Sebelum diendapkan, larutan diteteskan indikator PP (Phenol Ptalein) yang tak berwarna pada suasana asam dan akan berwarna merah muda sampai ungu saat suasana larutannya basa (jangkauan pH berkisar antara 8,6 – 10). Mengapa perlu diteteskan indikator PP? Hal ini dikarenakan sebelum pengendapan suasana larutan masih asam. Pengendap yang digunakan adalah NH4OH yang bersifat basa. Jika pH terlalu tinggi dikhawatirkan Mg(OH)2 akan ikut mengendap. Dapat disimpulkan bahwa indikator ini berfungsi untuk mengetahui apakah penambahan pengendap sudah cukup atau belum.
Pengendapan pertama dilakukan sampai warna larutan merah muda seulas (seulas = muda sekali). Setelah itu endapan diperam kembali di dalam es agar menyempurnakan pengendapan, dimana salah satu syarat penyempurnaan pengendapan adalah dilakukan pemeraman untuk memperbesar molekul endapan serta memurnikan endapan. Setelah dingin kembali, pengendapan kedua pun dilakukan dengan menambahkan NH4OH pekat 1:10 sebanyak 1/5 volume larutan. Ini juga memenuhi salah satu syarat pengendapan sempurna, yaitu konsentrasi pereaksi yang digunakan encer dan penambahannya bertahap serta sedikit demi sedikit.
Proses pengendapan pun selesai dan dilanjutkan pada tahapan penyaringan. Endapan NH4MgPO4 putih ini disaring dengan kertas saring Whatman no.540 dan dicuci dengan NH4OH pekat 1:20 untuk mengurangi peptisasi (penguraian endapan menjadi butir-butir koloid). Karena pada penetapan ini tidak ada ion SO42-, maka pengotor hanya berupa ion Cl- saja. Namun ada yang berbeda saat uji klorida, yaitu penambahan indikator PP sebelum pengujian. Hal ini dilakukan karena endapan Perak Klorida (AgCl) hanya terbentuk pada suasana asam, sedangkan endapan dicuci dengan basa NH4OH. Sebelumnya telah disinggung bahwa PP tidak berwarna jika dalam suasana asam, oleh karena itu penambahan HNO3 dilakukan sampai larutan tersebut jernih (suasana larutan sudah asam). Apabila tidak diteteskan indikator PP terlebih dahulu, maka penambahan asam nitrat belum jelas cukup atau belumnya. Indikator PP yang diteteskan cukup 1 tetes saja.
Endapan NH4MgPO4 tadi sebenarnya masih memiliki satu pengotor lagi, yaitu pengotor basa dari NH4OH yang digunakan sebagai air pencuci. Namun NH4OH akan terurai ketika dipanaskan menjadi NH3(g) (Ammoniak) dan H2O(g) (air). Sisa pijar ditetapkan sebagai Mg2P2O7 (Magnesium Pirofosfat) yang tidak berwarna hitam, melainkan abu-abu.

Daftar Pustaka
  • Iskandar, Drs. Inowyatye; Hendrawati, Dra. Nenny; Hendrakusumah, R. Rudi; 2013, Analisis Gravimetri, Bogor : SMK – SMAK Bogor.

Suka dengan artikel di blog ini? Silakan berlangganan gratis via email

4 Responses to "Penetapan Kadar Fosfat (PO4) Dalam Natrium Hidro Fosfat (Na2HPO4 • 12H2O) Secara Gravimetri"

  1. konten yang anda posting sangat menarik, saya ingin mengetahui apa yg dimaksud dengan campuran magnesia (komposisi penyusunnya). bila tidak keberatan boleh dijelaskan melalui email saya di shintadwipratiwi97@yahoo.com terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas komentarnya, namun apa yang ditanyakan sudah ada jawabannya di bagian pembahasan. Silahkan bisa dibaca lagi, terima kasih :)

      Delete
  2. hehehe Makasih kaa ... Saya buku gravimetri nya ilang ka untung aja ada blog ini ... Ka saya mau tanya buat penetapan kadar phospat kenapa pengendapnya NaOH dan juga ka kalo misalnya endapan warna putih kan harus ditambah HCL kan ka , Nah kita boleh ngelakuin dua kali penambahan HCL gak ka klo biar endapnnya merah muda seulas ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya alhamdulilah, senang blog ini bisa bermanfaat :)

      Untuk penetapan kadar Fosfat pengendapnya adalah NH4OH yaa bukan NaOH, karena endapan yang terbentuk adalah NH4MgPO4.

      HCl ditambahkan hanya sekali yaitu jika terbentuk endapan putih pada penambahan campuran Magnesia.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung di website ini.

Jika berkenan, mohon berkomentar yang RELEVAN dengan bahasa yang santun.

Semua komentar selalu saya baca meskipun tidak semuanya dibalas. Harap maklum :)

Contact Form

Name

Email *

Message *