Penetapan kadar BOD (Biologycal Oxygen Demand) Secara Iodometri


Dasar
Biologycal Oxygen Demand (BOD) adalah jumlah Oksigen yang dibutuhkan oleh mikroba untuk mengoksidasikan zat – zat pencemar organik di dalam air. Bakteri yang dilibatkan dalam reaksi ini bersifat aerobik, dan hasil oksidasi menghasilkan air dan karbondioksida. Reaksi BOD berlangsung pada suhu 200C selama 5 hari.

Reaksi
CnHaObNcSd + n O2 (bakteri) --> n CO2 + H2O + NO2 + SO2
MnSO4 + 2 KOH --> Mn(OH)2 + K2SO4
Mn(OH)2 + 1/2 O2 --> 2MnO2 + H2O
MnO2 + 2 KI + H2O --> Mn(OH)2 + I2 + 2KOH
I2 + 2 Na2S2O3 --> 2 NaI + Na2S4O6

Tujuan
  • Menetapkan kadar BOD dalam suatu sampel air
  • Mengetahui kualitas sampel air

Alat Dan Bahan
Alat :
  • Botol Winkler
  • Pipet volumetri 2ml dan 10 mL
  • Piala gelas 400 dan 800 mL
  • Buret coklat
  • Klem dan statif
  • Erlenmeyer asah
  • Labu semprot plastik
  • Pipet tetes 
  • Wadah penampung sampel
  • Inkubator
  • Corong
  • Kaca arloji
  • Neraca digital
  • Pengaduk
  • Labu ukur 100 mL
  • Gelas ukur
  • Kertas saring
  • Kertas penggganjal
  • Bulb
  • Alas titar dan pembaca buret
Bahan:
  • Sampel air
  • Air suling
  • Larutan MnSO4
  • Larutan Alkali Iodide Azida
  • Larutan Na2S2O3 0,02 N
  • Larutan H2SO4 4 N
  • Indikator kanji
  • Larutan KI 10%

Cara Kerja
Penetapan Kadar BOD
  1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan,
  2. Disiapkan sampel di dalam botol winkler yang telah diinkubasi selama 5 hari pada suhu 200C,
  3. Dipipet 2 mL larutan MnSO4 dan dimasukan ke dalam botol Winkler (dasar botol) lalu dilepas secara perlahan di dasar botol sambil dingkat pelan – pelan,
  4. Dipipet larutan alkali iodide, cara memasukannya seperti memasukan larutan MnSO4,
  5. Larutan yang ada di dalam botol Winkler dihomogenkan dan ditunggu hingga endapan mengendap,
  6. Cairan jernih dituangkan terlebih dahulu  ke erlenmeyer asah, sementara endapan yang terbentuk harus dilarutkan terlebih dahulu dengan larutan H2SO4 4 N kemudian dituangkan ke dalam erlenmeyer asah yang sama,
  7. Dititar dengan menggunakan larutan Na2S2O3 0,02 N hingga berwarna kuning muda seulas,
  8. Larutan ditambahkan 2-3 tetes indikator kanji, dikocok hingga berubah warna menjadi biru,
  9. Kemudian dititar kembali dengan larutan Na2S2O3 0,02 N hingga tidak berwarna, dan
  10. Pekerjaan dilakukan duplo.
Blanko
  1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan,
  2. Disiapkan air suling di dalam botol winkler yang telah diinkubasi selama 5 hari pada suhu 200C,
  3. Dipipet 2 mL larutan MnSO4 dan dimasukan ke dalam botol Winkler (dasar botol) lalu dilepas secara perlahan di dasar botol sambil dingkat pelan – pelan,
  4. Dipipet larutan alkali iodide, cara memasukannya seperti memasukan larutan MnSO4,
  5. Larutan yang ada di dalam botol Winkler dihomogenkan dan ditunggu hingga endapan mengendap,
  6. Cairan jernih dituangkan terlebih dahulu  ke erlenmeyer asah, sementara endapan yang terbentuk harus dilarutkan terlebih dahulu dengan larutan H2SO4 4 N kemudian dituangkan ke dalam erlenmeyer asah yang sama,
  7. Dititar dengan menggunakan larutan Na2S2O3 0,02 N hingga berwarna kuning muda seulas,
  8. Larutan ditambahkan 2-3 tetes indikator kanji, dikocok hingga berubah warna menjadi biru,
  9. Kemudian dititar kembali dengan larutan Na2S2O3 0,02 N hingga tidak berwarna, dan
  10. Pekerjaan dilakukan duplo.
Perhitungan




Keterangan
D0 sampel            = nilai BOD (DO) sampel pada hari ke 0
D5 sampel            = nilai BOD sampel pada hari ke 5
D0 blanko             = nilai BOD (DO) blanko pada hari ke 0
D5 blanko             = nilai BOD blanko pada hari ke 5
Vbotol                   = volume botol Winkler
4 mL                     = 2 mL MnSO4 + 2 mL Alkali Iodida Azida
a                           = Vp untuk D0 sampel
b                           = Vp untuk D5 sampel
c                            = Vp untuk D0 blanko
a                            = Vp untuk D5 blanko
Bst O2                          = 8
Karena sampel tidak diencerkan maka FP = 1

PEMBAHASAN
Kebutuhan oksigen biologi (BOD) didefinisikan sebagai banyaknya oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme pada saat penguraian bahan / zat – zat organik pada kondisi aerobik. Pemecahan bahan organik diartikan bahwa bahan organik ini digunakan oleh organisme sebagai bahan makanannya dan energinya diperoleh dari proses oksidasi. Penentuan BOD sebenarnya adalah suatu prosedur yang menyangkut pengukuran banyaknya oksigen yang digunakan oleh suatu mikroorganisme selama organisme tersebut menguraikan bahan organik yang ada dalam suatu peraiaran, pada kondisi yang hampir sama dengan kondisi yang ada di alam. Semakin tinggi nilai BOD, maka semakin banyak jumlah oksigen yang diperlukan oleh mikroba, dan jumlah zat organik yang ada di sampel berbanding lurus dengan kebutuhan Oksigen. Artinya, semakin tinggi nilai BOD maka semakin banyak jumlah zat organik yang ada. Dengan demikian, dapat disimpulkan kualitas sampel air dapat dinyatakan buruk.
Fungsi dari BOD antara lain:
  • Menentukan tingkat pencemaran sampel air
  • Menentukan kualitas suatu sampel air
  • Menelusuri aliran pencemaran dan tingkat hulu ke muara
  • Mengukur kebutuhan oksigen nyata dalam air
Selama pemeriksaan/pengerjaan BOD sampel yang diperiksa harus bebas dari udara luar untuk mencegah kontaminasi oksigen yang berada di udara bebas. Maka dari itu, pengambilan sampel dilakukan masih dalam wadah penampung dengan posisi air berada lebih tinggi dari pada botol sampel. Pada saat penambahan pereaksi MnSO4 dan Alkali Iodida Azida pun harus dilakukan tanpa mengeluarkan botol. Setelah didiamkan sekitar 15 menit maka akan timbul endapan Mn(OH)2 yang berwarna coklat. Ketika akan dititar, larutan sampel dimasukan ke erlenmeyer asah. Untuk melarutkan endapan digunakan H2SO4 4N. Natrium tiosulfat adalah bahan baku sekunder, maka dari itu harus distandarisasi terlebih dahulu dengan KIO3  atau K2Cr2O7. Saat itulah diperlukan erlenmeyer asah agar Iod yang digunakan tidak menguap sehingga memperkecil terjadinya kesalahan kerja. Digunakannya indikator kanji untuk mengetahui titik akhir namun penambahannya pada saat mendekati titik akhir. Konsentrasi air buangan atau sampel tersebut juga harus berada pada suatu tingkat pencemaran tertentu, hal ini untuk menjaga supaya oksigen terlarut selalu ada selama pemeriksaan berlangsung. Hal ini penting diperhatikan mengingat Oksigen kelarutannya dalam air sangatlah terbatas. Waktu inkubasi dilakukan selama 5 hari dalam suhu 200C dapat mengurangi kemungkinan hasil oksidasi dari amonia yang cukup tinggi. Sebagaimana diketahui bahwa amonia sebagai hasil sampingan ini dapat dioksidasi menjadi nitrit atau nitrat, sehingga dapat mempengaruhi hasil penentuan BOD.

Daftar Pustaka
  • Sulistiowati, S.Si, M.Pd; Nuryati, M.Pd, Dra. Leila; Yudianingrum, R. Yudi, 2014, Analisis Volumetri, Bogor : SMK – SMAK Bogor.
  • www.tekmira.esdm.go.id/kp/Lingkungan/biologicaloxigen.asp
  • www.bayufirmansyah.com/2011/10/pengertian-dan-analisa-bod-biological.html

penetapan kadar BOD dalam air, penetapan BOD, Analisis aplikasi air, penetapan kadar BOD secara volumetri / titrimetri

Suka dengan artikel di blog ini? Silakan berlangganan gratis via email

0 Response to "Penetapan kadar BOD (Biologycal Oxygen Demand) Secara Iodometri"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di website ini.

Jika berkenan, mohon berkomentar yang RELEVAN dengan bahasa yang santun.

Semua komentar selalu saya baca meskipun tidak semuanya dibalas. Harap maklum :)

Contact Form

Name

Email *

Message *