Garam Normal, Garam Asam, Garam Basa, Garam Rangkap, dan Garam Rangkai (Kompleks)


Definisi / Pengertian Garam, Jenis – Jenis Garam , dan Tata Nama Garam – Garam adalah suatu senyawa elektrolit yang terbentuk dari asam apabila seluruh atau sebagian atom H pada asam tersebut diganti dengan satu atau beberapa jenis atom logam, atau terbentuk dari basa bila sebagian atau seluruh gugus OH dari basa tersebut diganti  oleh satu atau beberapa sisa asam. Sederhananya, garam adalah hasil reaksi antara asam dan basa. Ada beberapa jenis garam, antara lain :
  • Garam normal,
  • Garam asam,
  • Garam basa,
  • Garam rangkap, dan
  • Garam kompleks atau rangkai.

1. Garam Normal

Garam normal adalah garam yang terbentuk dari asam apabila seluruh atom H pada asam tersebut diganti dengan logam, atau terbentuk dari basa bila seluruh gugus OH dari basa tersebut diganti  oleh sisa asam. Contohnya adalah NaNO3, KBr, AlCl3, MgSO4, Zn3(PO4)2 dan lain – lain.

Tata nama senyawa garam normal

a. Jika bilangan oksidasi logamnya hanya SATU JENIS, maka cara penamaannya hanya satu yaitu dengan menyebutkan nama logam tersebut lalu diikuti dengan nama sisa asamnya. Contoh
  • Al(NO3)3 : Alumunium Nitrat
  • MgSO4     : Magnesium Sulfat
  • NaCl         : Natrium Klorida
  • K3PO4      : Kalium Posfat
  • FeSO4         : Tidak dapat dinamai dengan tata nama ini karena Besi memiliki 2 jenis bilangan oksidasi yaitu biloks +2 dan +3.
b. Jika bilangan oksidasi logamnya LEBIH DARI SATU JENIS, maka penamaannya ada dua cara :

Sistem lama 

Nama logam (dengan nama latin) dengan diberi akhiran “i” (jika bilangan oksidasi logamnya yang tertinggi) dan diberi dengan akhiran “o” (jika bilangan oksidasi logamnya yang terendah) dan diikuti dengan nama sisa asamnya. Syaratnya logam hanya memiliki dua jenis biloks seperti Fe (+2, +3), Cu (+1, +2). Contoh :
  • FeSO4        : Fero Sulfat (nama latin besi = Ferrum, karena Besi dalam FeSO4 biloksnya +2 dimana unsur Besi memiliki biloks +2 dan +3, maka digunakan akhiran “o”)
  • Fe2(SO4)3 : Feri Sulfat (nama latin besi = Ferrum, karena Besi dalam Fe2(SO4)3 biloksnya +3 dimana unsur Besi memiliki biloks +2 dan +3, maka digunakan akhiran “i”)
  • AlCl3        : Tidak dapat dinamai dengan tata nama ini karena Al hanya memiliki satu jenis biloks (+3)

Sistem Baru (Sistem Stock) 

Nama logam (tidak mengikuti nama latin tetapi nama umum) diikuti bilangan oksidasi yang ditulis dengan angka Romawi di dalam kurung lalu diikuti nama sisa asam. Contoh :
  • CuSO4      : Tembaga (II) Sulfat
  • SnS2          : Timah (IV) Sulfida
  • Cr2(SO4)3  : Khrom (III) Sulfat
  • NaCl          : Tidak dinamai dengan sistem ini karena Na hanya memiliki satu jenis biloks yaitu +1
Asam dan basa dapat dibuat dengan reaksi antara oksida asam atau oksida basa dengan air. Baca juga Senyawa Oksida Asam dan Oksida Basa. 

2. Garam Asam


Garam asam adalah garam yang terbentuk dari asam diprotik dan poliprotik (memiliki >1 atom H) dimana TIDAK SEMUA atom H digantikan oleh logam.
Ketentuan umum :
a.  Dari asam diprotik (memiliki 2 atom H seperti H2SO4, H2S, H2CO3, dan lain – lain) dapat terbentuk 1 garam asam dan 1 garam normal. Contoh :
  • Na2SO4 (garam normal) :   Natrium Sulfat.
  • NaHSO4 (garam asam)  :   Natrium Hidrosulfat, Natrium Bisulfat, Natrium Sulfat Asam Primer.
b.  Dari asam poliprotik (memiliki > 2 atom H seperti H3PO4, H3AsO4, H3SbO4) dapat dihasilkan 2 garam asam dan 1 garam normal.
  • Na3(PO4)2 (garam normal) : Natrium Posfat.
  • NaH2PO4 (garam asam)     : Natrium Dihidroposfat, Natrium Posfat Asam Primer.
  • Na2HPO4 (garam asam)     : Natrium Hidroposfat, Natrium Posfat Asam Sekunder.
Catatan tambahan :
  • Asam primer adalah asam yang kehilangan satu atom H tapi masih memiliki atom H seperti HSO4-, H2PO4-, dan lain – lain.
  • Asam sekunder adalah asam yang kehilangan dua atom H tapi masih memiliki atom H seperti HPO42-, HAsO42-, dan lain – lain.
  •  

3. Garam Basa

Garam basa adalah garam yang terbentuk dari basa yang memiliki >1 gugus OH dimana TIDAK SEMUA gugus OH digantikan oleh sisa asam.
Ketentuan umum :
a.  Dari basa yang memiliki 2 atom H seperti Ba(OH)2, Mg(OH)2, Ca(OH)2, dan lain – lain, dapat terbentuk 1 garam basa dan 1 garam normal. Contoh :
  • MgSO4 (garam normal)            : Magnesium Sulfat.
  • [Mg(OH)]2SO4 (garam basa)   : Magnesium Hidroksi Sulfat, Magnesium Sulfat Basa Primer.
b.  Dari asam poliprotik (memiliki > 2 atom H seperti H3PO4, H3AsO4, H3SbO4) dapat dihasilkan 2 garam asam dan 1 garam normal. Contoh :
  • Al(NO3)3 (garam normal)         : Alumunium Nitrat.
  • [Al(OH)2]NO3 (garam basa)    : Alumunium Dihidroksi Nitrat.
  • [Al(OH)](NO3)2 (garam basa)  : Alumunium Hidroksi Nitrat.
Catatan tambahan :
  • Basa primer adalah basa yang kehilangan satu gugus OH tapi masih memiliki OH seperti Al(OH)2+, Mg(OH)+, dan lain – lain.
  • Basa sekunder adalah basa yang kehilangan dua gugus OH tapi masih memiliki atom OH seperti Al(OH)2+, Fe(OH)2+, dan lain – lain.
Garam rangkap dan Garam kompleks (rangkai) akan segera menyusul. Stay tune :)
Garam, Garam Kimia, Garam Normal, Garam Asam, Rumus Kimia Garam, Pengertian Garam, Macam - macam garam, sifat - sifat garam

Postingan terkait:

8 Tanggapan untuk "Garam Normal, Garam Asam, Garam Basa, Garam Rangkap, dan Garam Rangkai (Kompleks)"

  1. sepertinya yang punya blog ini Ahli Kimia nih?! Artikelnya bermanfaat banget master..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah nggak juga kok ini mah cuman iseng aja. Makasih kunjungannya, keep blogging :)

      Hapus
  2. nanya dong, garam2 yg sukar dan mudah larut apa aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak mba, saya sebutin ya

      Garam yang mudah larut dalam air :
      Semua garam nitrat
      Semua garam klorida kecuali AgCl, Hg2Cl2, sama PbCl2
      Semua garam sulfat kecuali PbSO4, BaSO4, CaSO4

      Hapus
  3. Memang belum ada ya lanjutan nya untuk garam rangkap? Saya tadi sudah semangat mau baca garam rangkapnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh mbak maaf ya postingan ini belum diupdate lagi. Insya Allah nanti diposting ya mbak

      Hapus
  4. Makasih min sangat membantu. Btw, itu yang di garam basa ada yang keliru ya min ? Itu harusnya atom H apa atom OH ? Dan yang di point b juga sepertinya belum diubah ya min. Ditunggu juga artikel tentang garam rangkap dan garam kompleksnya min. Keep Blogging!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya, maaf atas kekeliruannya. Terima kasih atas sarannya, keep blogging!

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Jika sempat silahkan tinggalkan jejak. Mohon berkomentar dengan bijak ya :)