Atlantis, Benua Yang Hilang atau Hanya Sekedar Dongeng?

Ilustrasi Atlantis

Prolog


Pertama kali mendengar kata Atlantis, orang pasti berfikir tentang misteri Atlantis, sejarah Atlantis, legenda dan cerita tentang Atlantis, sampai dimanakah letak kota yang hilang Atlantis ini? Well, benua Atlantis yang hilang ditelan bumi dalam satu malam memang tidak pernah luput dari misteri dan legenda serta beberapa opini ahli dan publik yang semakin menjadi - jadi, terutama di dunia maya. Kali ini Asymmetrical Life akan membahas tentang legenda serta misteri - misteri Atlantis, kota dan benua megah yang hilang. Chekidot!

Baca dulu postingan sebelumnya : Misteri Göbekli Tepe, Situs Pertama dan Tertua di Muka Bumi 

 

Hidup Damai di Atlantis


Atlantis adalah sebuah pulau atau bisa dibilang benua legendaris "hilang" dan sering disebut – sebut memiliki peradaban maju dengan masyarakatnya yang memegang kebijaksanaan “sempurna” yang bisa membawa perdamaian dunia. Plato menggambarkan Atlantis sebagai negara dengan insinyur besar dan arsitek. Ada istana, pelabuhan, kuil dan dermaga. Ibu kota dibangun di atas bukit dan dikelilingi oleh cincin air, yang menyatu dengan terowongan yang besar dan cukup untuk dilalui sebuah kapal. Sebuah kanal besar yang terhubung dengan cincin luar air bermuara ke laut. Di pinggiran ibukota ada sebidang tanah besar di mana petani tinggal dan menanam sumber makanan kota. Lalu ada pegunungan di mana penduduk desa yang kaya tinggal. Plato menjelaskan detail tentang bangunan menakjubkan yang lengkap dengan air mancur panas dan dingin, ruang makan bersama dan dinding batu yang dilapisi dengan logam mulia. Ide dan “wibawa” Atlantis telah memikat para pemimpi dan okultis zaman muda ini.

Tidak seperti banyak legenda yang asal muasalnya telah hilang dalam kabut waktu, kita bahkan tahu persis kapan dan di mana kisah Atlantis pertama kali muncul. Cerita mengenai Atlantis pertama kali diceritakan dalam dua dialog Plato, yang "Timaeus" dan "Critias," yang ditulis sekitar tahun 330 SM.

Plato

Meskipun saat ini Atlantis sering dianggap sebagai surga dunia yang penuh dengan kedamaian, namun Atlantis yang diceritakan Plato dalam dongengnya sangatlah berbeda. Dalam bukunya, Professor arkeologi Ken Feder merangkum cerita: "Sebuah kerajaan berteknologi canggih tetapi hancur dan musnah akibat kejahatannya sendiri, Atlantis, yang berupaya menguasai dunia dengan kekuatan. Satu-satunya hal yang benar disana adalah kelompok kecil yang sangat spiritual, berprinsip dan tidak berfoya - foya."

 

Atlantis : Fakta atau Fiksi?


Teori yang paling dipercaya mengenai Atlantis berasal dari arkeolog Yunani Angelos Galanopoulos di akhir tahun 60 – an. Dikatakan bahwa sekitar tahun 1.500 SM, sebuah letusan dahsyat dari gunung berapi menghancurkan pulau Santorini di Mediterania dan mungkin menghilangkan sebagian peradaban di pulau-pulau Yunani dan wilayah Yunani. Saat bencana terjadi, konon esoknya akan terjadi peperangan hebat antara bangsa Atlantis dengan bangsa Lemuria. Angelos berpendapat bahwa bencana ini adalah salah satu yang menenggelamkan Atlantis. Namun sepertinya ia keliru dalam penanggalannya. Dia beralasan bahwa ketika cerita itu sedang diterjemahkan, simbol Mesir untuk 100 (tali melingkar) tertukar dengan symbol Mesir untuk 1000 (bunga teratai). Hal ini tentunya akan mengubah penanggalan dari 9.000 tahun yang lalu untuk 900 tahun yang lalu. Satu-satunya hal yang salah dengan penjelasan ini adalah bahwa Plato secara khusus mengatakan kota itu dekat Pilar Hercules, yang dianggap tempat dekat Yunani.

 

Atlantis Muncul Kembali


Selama 2.000 tahun terakhir, tidak ada yang memikirkan tentang Atlantis. Gagasan bahwa Atlantis adalah lokasi bersejarah yang hilang sebenarnya adalah ide yang sangat baru-baru ini, pertama kali dicetuskan oleh seorang penulis bernama Ignatius Donnelly pada tahun 1881. Donelly percaya bahwa sebagian besar prestasi penting dari dunia kuno - seperti metalurgi, pertanian, agama dan bahasa - pasti berasal dari Atlantis. Pada intinya, ia berpendapat bahwa kebudayaan kuno tidak cukup canggih untuk mengembangkan hal-hal ini pada diri mereka sendiri, sehingga mereka harus menyebar ke beberapa peradaban maju yang tidak diketahui (pendapat ini mirip dengan banyak pendapat bahwa Mesir tidak cukup cerdas untuk membangun piramida, dan makhluk luar angkasa-lah yang membantu mereka.)
Kemudian Donelly menguraikan teorinya dan menambahkan pendapat serta spekulasi sendiri, termasuk Madame Blavatsky (dalam bukunya tahun 1888, "The Secret Doctrine") dan Edgar Cayce pada tahun 1920-an. Cayce mengklaim bahwa ia memiliki kehidupan masa lalu di Atlantis. Sayangnya, tidak ada bukti yang dapat dibuktikan dan Cayce salah meramalkan bahwa benua itu akan ditemukan kembali pada tahun 1969.
Charles Berlitz, seorang penulis banyak buku-buku populer tentang paranormal dan fenomena yang tidak dapat dijelaskan, meneliti Atlantis dan menulis sebuah buku pada tahun 1969 yang berjudul "Misteri Atlantis." Berlitz, yang keluarganya menciptakan program pembelajaran bahasa terkenal, tidak hanya yakin bahwa Atlantis itu nyata, tetapi ia juga yakin bahwa Atlantis adalah sumber misteri Segitiga Bermuda. Ide - ide liar Berlitz tentang Segitiga Bermuda, dan dengan perluasan, dilanjutkan tahun berikutnya oleh peneliti Larry Kusche, penulis "Misteri Segitiga Bermuda” dimana saat itu ribuan buku, majalah dan website yang dikhususkan untuk Atlantis diluncurkan dan menjadi topik yang populer di kalangan generasi muda.

 

Atlantis : Benua Yang Hilang


Tidak ada jejak Atlantis yang pernah ditemukan, meskipun kemajuan dalam oseanografi dan dasar laut pemetaan dalam beberapa dekade terakhir. Meskipun masih ada banyak misteri di dasar lautan dunia, tidak dapat dibayangkan bahwa ahli kelautan dunia dan awak kapal selam dapat melewatkan sebuah daratan yang lebih besar dari gabungan Libya dan Asia

Selanjutnya, lempeng tektonik menunjukkan bahwa tidak ada kemungkinan Atlantis ada. Seperti Ken Feder mencatat,"geologi sangatlah jelas, jika ada permukaan tanah besar yang kemudian tenggelam di daerah di mana Plato menceritakan lokasi Atlantis, arkeologi modern dan geologi pasti memberikan hasil yang jelas bahwa tidak ada benua Atlantik dan tidak ada peradaban besar yang disebut Atlantis.

Mitos dan Salah Tafsir


Legenda Atlantis tetap hidup dan didorong oleh imajinasi dan daya tarik publik dengan ide tersembunyi, kesempurnaan lama yang telah hilang. Namun "kota hilang Atlantis" tidak akan pernah hilang, dan akan selalu ada di buku Plato.

 

Di manakah Atlantis Berada?


Lokasi Atlantis



Lokasi tepat dari kota yang hilang Atlantis telah dipertanyakan oleh banyak orang, seperti mantan Angkatan Udara Inggris J.M. Allen. Dia yakin bahwa Atlantis berada di Altiplano, dekat Pegunungan Andes di Bolivia. Edgar Cayce percaya sisa – sisa Atlantis akan ditemukan di lepas pantai Florida dekat Bimini Island. Banyak pendapat orang lain bahwa Atlantis beradadi suatu tempat di Amerika Tengah, Laut China atau Afrika, bahkan ada pendapat ahli yang menyatakan bahwa Atlantis sebenarnya ada di Indonesia! Sedangkan yang lainnya percaya bahwa Atlantis tidak lebih dari sebuah mitos. Bagi pecinta Yu – Gi – Oh!, mungkin Atlantis ada di seri Yugioh Duel Monsters ya? Hehehe

Atlantis di Indonesia?


Nah kajian ini nih yang paling seru dibahas, karena ada pendapat seorang professor yang berpendapat bahwa Atlantis sebenarnya di Indonesia. Professor Santos, ialah yang berpendapat bahwa Atlantis seharusnya berada di wilayah Indonesia. Setelah melakukan penelitian panjang selama 30 tahun lebih, Professor ini sangat yakin bahwa Indonesia adalah Atlantis yang dulu tenggelam. Dalam bukunya "Atlantis, The Lost Continent Finally Found", Santos mengungkapkan beberapa fakta yang dijadikan dasar teorinya ini.

Kehancuran Atlantis dan Penyebabnya?


Atlantis hancur dan tenggelam dikarenakan bencana alam berupa gempa bumi dan akhirnya tenggelam ke dasar laut. Kejadian ini terjadi pada 11.600 tahun yang lalu. Keberadaan Atlantis di Indonesia diperkuat dengan adanya bangunan - bangunan tua di dasar Selat Sunda. Santos meyakini bahwa tenggelamnya Atlantis 11.600 tahun yang lalu akibat letusan gunung berapi tepat saat zaman es berakhir. Nah diantara gunung yang meletus itu, salah satunya adalah gunung Krakatau purba yang konon katannya sangat dahsyat dan mampu menimbulkan gempa, mencairnya es, banjir dan ombak tsunami yang sangat besar. Letusan itu membuka selat Sunda dan menenggelamkan benua yang kita sebut Atlantis. Bencana itu membuat banyak spesies yang hidup pada zaman itu musnah. Sisa - sisa masyarakat yang selamat kemudian menyebar ke seluruh dunia dan membuat peradaban baru dengan membawa teknologi dan pengetahuan mereka. Santos meyakini bahwa sebelum bencana dahsyat itu, pula Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Kalimantan masih bersatu dengan semenanjung Malaysia dan benua Asia.

 

Samudera Atlantik


Santos berpendapat bahwa banyak ilmuwan yang mengacu pada samudera Atlantik yang terletak antara Eropa, Asia, dan Afrika. Padahal istilah samudera Atlantik pada masa kuno dan sebelum era Columbus adalah samudera terusan Pasifik dan Hindia. Nah sekali lagi ini menjadi salah satu bukti yang mendukung lokasi Atlantis di Indonesia.

 

Geografi


Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negeri yang indah dan kaya raya dengan hasil alam yang melimpah. Hal ini sangat cocok dengan karakteristik Indonesia dengan keindahan alam dan kekayaan alam yang melimpah ruah.

Santos mengatakan bahwa dunia barat enggan mengkaji dan meneliti Indonesia sebagai salah satu kemungkinan lokasi Atlantis karena jika terbukti benar maka hal ini dapat merubah sejarah secara besar - besaran dan akan menimbulkan perubahan dalam hampir seluruh aspek kehidupan.

Tanggapan penulis : Terlepas dari fakta ataupun mitos tentang Atlantis, kita sebagai manusia modern dapat belajar dari kisah Atlantis dan berusaha mewujudkan "Atlantis" kita sendiri di masa depan.
Dari Sejarah Kita Belajar

Sumber

Suka dengan artikel di blog ini? Silakan berlangganan gratis via email

1 Response to "Atlantis, Benua Yang Hilang atau Hanya Sekedar Dongeng?"

  1. Kalau memang dilihat-lihat dari letak geografisnya Indonesia memang kaya peninggalan atlantis gitu ya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung di website ini.

Jika berkenan, mohon berkomentar yang RELEVAN dengan bahasa yang santun.

Semua komentar selalu saya baca meskipun tidak semuanya dibalas. Harap maklum :)

Contact Form

Name

Email *

Message *