Disapa Uprak, Dihadang US, Dihajar UTS PKT Lalu Ditembak UN


Kali ini, entah untuk yang ke berapa kalinya, saya mau berbagi pengalaman mengenai kegiatan belajar di sekolah yang sangat tidak dicintai. 

Saat menulis artikel ini ane masih berstatus sebagai siswa SMK.

Sebagai siswa memang sudah menjadi kewajiban kita untuk belajar. Tapi memang terkadang sebagai manusia biasa saya juga sudah mencapai titik jenuh dan terpaksa harus mengendap karena Ksp dan kelarutannya terlampaui (apaan sih hehehe).

Okay, balik lagi ke inti.
Mungkin apa yang dibilang pak Yudi wali kelas saya memang benar. Menurut beliau, titik terberat dan terkritis SMAKBo ada di kelas 12 karena kita dihadapkan dengan banyak materi dan banyak ujian.

Nah, saya baru saja mengalami tetra shots yang kerasa banget damagenya. Mau tahu?

Tembakan Pertama, “Uprak”

Uprak adalah akronim dari ujian praktek. Uprak yang dimaksud di sini bukan kayak UTS gravimetri dkk tetapi lebih mengacu kepada ujian praktek mata pelajaran non kejuruan seperti bahasa Indonesia, PAI, Fisika, olahraga, KKPI, dkk.

Menurut saya ujian praktek yang paling sulit adalah olahraga dan PAI. Ujian olahraga menguji seberapa kuat fisik kita dan ujian PAI tentunya penuh dengan hafalan.

Baiklah, rasanya saya masih bisa survive di tahap ini :v

Tembakan Kedua, “US”

Ujian Sekolah atau yang disingkat US merupakan salah satu tantangan terberat saat kelas 12.

Seminggu penuh dengan ujian materi yang dihimpun dari kelas 10 sampai kelas 12 yang rasanya nggak karuan.

Okelah memang nggak ada materi yang berbau kimia, sebelum ujian berlangsung saya masih tenang-tenang saja. Tapi pas sudah ngalamin. . . . .

Aww man! Very nice!

Soal–soal yang diekspektasikan mudah ternyata malah sulit untuk dicari jawabannya. Gak tahu deh dapet nilai berapa, padahal saya sudah belajar ekstrim.

Salah satu US yang paling krazza adalah US kewirausahaan karena sangat penuh dengan hafalan yang rumit.

Tapi dimana ada kegelapan disanalah ada secercah cahaya.

Memang ada sedikit keajaiban, ternyata US Fisika diberi kemudahan. Makasih pak Ahma, rasanya baru kali ini ngerjain ujian fisika asoy geboy ngebut di jalanan ibu kota :v

Tembakan Ketiga, “UTS PKT”

Ini salah satu yang paling ekstrem yang saya alamin, apalagi kalau bukan PKT.

Sebenarnya saya dapet penetapan yang relatif mudah yaitu penetapan kadar Sitronellal dalam minyak sereh, tapi karena satu dan lain hal akibatnya praktek saya malah jadi kurang lancar.

Oh iya, UTS PKT ini dikasih dua pilihan, mau dilaksanain seminggu sebelum UN atau sesudah UN. Kalau sehabis UN, yang ada belum plong dan masih kepikiran.

Akhirnya bermodal nekat kita ngelaksanain UTS PKT tepat SEMINGGU SEBELUM UN. Kalau sekolah lain mah udah pada libur kali ya, istilahnya minggu tenang sebelum ujian nasional.

Final Shot, “Ujian Nasional”

Akhirnya muncul klimaks dalam cerita kali ini. Ujian nasional yang dianggap suatu hal yang mengerikan pun akhirnya datang menghadang.

UN dimulai dengan mata pelajaran bahasa Indonesia disusul Matematika dan ditutup dengan bahasa Inggris.

Hari pertama Alhamdulillah lumayan lancar.

Pas hari kedua, soalnya jauh dari ekspektasi.

Pas hari ketiga, kamvret ternyata listening section susah parah, ditambah soal picture kurang jelas alias gambarnya hitam semua. Waduh, gimana nih? Ah sudahlah.

Catatan : SMAKBo memang SMK dengan lama waktu belajar 4 tahun, UN nya pun 2 kali lho! UN pertama di kelas 12 dan UN kejuruannya di kelas 13.

UN tahun ini, hasilnya baru keluar tahun depan. Ajiibb banget ya? Guriihh :v 

Epilog

Inti dari tulisan tak berguna dari orang tidak tamvan ini adalah, bahwa perjalanan hidup selalu penuh dengan rintangan.

Apapun rintangan yang menghadang, hadapi dan cari jalan keluar yang terbaik. Mungkin SMAKBo adalah simulasi kecil dari perjalanan hidup yang sesungguhnya.

Suka dengan artikel di blog ini? Silakan berlangganan gratis via email

0 Response to "Disapa Uprak, Dihadang US, Dihajar UTS PKT Lalu Ditembak UN"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di website ini.

Jika berkenan, mohon berkomentar yang RELEVAN dengan bahasa yang santun.

Semua komentar selalu saya baca meskipun tidak semuanya dibalas. Harap maklum :)

Contact Form

Name

Email *

Message *