Penetapan Kadar Fe2O3 dalam Semen Secara Iodometri


Dasar

Dalam suasana asam sulfat, Fe3+ dapat mengoksidasi KI sehingga melepaskan I2 bebas yang setara, dimana I2 bebas yang setara tersebut dapat dititrasi dengan larutan Na2S2O3 dengan indikator kanji hingga titik akhir tidak berwarna. Dilakukan pengerjaan blanko sebagai faktor koreksi

Reaksi

Fe2+ --> Fe3+ + e-
2Fe3+ + 2I- --> 2Fe2+ + I2
I2 + 2Na2S2O3 --> 2NaI + Na2S4O6 

Cara Kerja

  1. Dipipet 25,00 ml larutan induk II ke dalam Erlenmeyer asah
  2. Ditambahkan 1 ml H2O2 3%
  3. Dipanaskan hingga mendidih, biarkan mendidih selama 5 menit
  4. Ditambahkan 25 ml H2SO4 25% dan 10 ml KI 10%
  5. Dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0,1 N hingga kuning muda seulas
  6. Ditambahkan 1 ml (20 tetes) indikator kanji (warna menjadi biru)
  7. Dititrasi kembali dengan Na2S2O3 0,1 N hingga titik akhir tak berwarna
  8. Dilakukan pengerjaan blanko

Blanko

  1. Dipipet 25,00 ml air suling ke dalam Erlenmeyer asah
  2. Ditambahkan 1 ml H2O2 3%
  3. Dipanaskan hingga mendidih, biarkan mendidih selama 5 menit
  4. Ditambahkan 25 ml H2SO4 25% dan 10 ml KI 10%
  5. Larutan dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0,1 N hingga kuning muda seulas
  6. Ditambahkan 1 ml (20 tetes) indikator kanji
  7. Dititrasi kembali dengan Na2S2O3 0,1 N hingga titik akhir tak berwarna

Perhitungan

Keterangan
Vp = volume penitar sampel yang dibutuhkan (ml)
Vb = volume penitar blanko yang dibutuhkan (ml)
Np = normalitas penitar (Na2S2O3)
Bst Fe2O3 adalah Mr, yaitu 160

Pembahasan dan Catatan Penting

  • H2O2 digunakan untuk mengoksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ karena Fe2+ tidak dapat mengoksidasi KI menjadi I2
  • Pendidihan dilakukan untuk menghilangkan kelebihan H2O2 karena jika terdapat sisa H2O2 dapat mengoksidasi KI sehingga volume titrannya semakin banyak (terjadi kesalahan positif)
  • H2SO4 digunakan sebagai pengasam karena oksidasi KI menjadi I2 akan optimal bila dilakukan dalam kondisi asam.
  • Blanko digunakan sebagai faktor koreksi kandungan Besi di dalam pereaksi, jika tidak dilakukan blanko maka dikhawatirkan terdapat kandungan besi di dalam pereaksi dan mengakibatkan kesalahan positif.

Daftar Pustaka

Abdul Jalil, Latifah; Marliana, Nina. 2015; Praktikum Kimia Terpadu; Bogor : Sekolah Menengah Kejuruan – SMAK Bogor

Suka dengan artikel di blog ini? Silakan berlangganan gratis via email

0 Response to "Penetapan Kadar Fe2O3 dalam Semen Secara Iodometri"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di website ini.

Jika berkenan, mohon berkomentar yang RELEVAN dengan bahasa yang santun.

Semua komentar selalu saya baca meskipun tidak semuanya dibalas. Harap maklum :)

Contact Form

Name

Email *

Message *