5 Alasan Ilmiah Mengapa Emas Harganya Mahal


Halo sobat! Kembali lagi pada website yang menyajikan artikel bertemakan pendidikan, kali ini Asymmetrical Life membahas topik yang menyangkut ekonomi sekaligus merambat pada fakta ilmiah.

Adapun topik yang akan dibahas kali ini adalah penjabaran dari segi ilmiah mengapa emas memiliki harga yang relatif mahal dibandingkan logam-logam lain seperti besi, seng, tembaga, timah, bahkan perak.

Bagi kaum hawa, emas adalah salah satu perhiasan yang kerap digunakan untuk menunjang penampilan dan style. Selain itu, harga jual beli emas yang tergolong stabil membuat banyak orang menjadikannya sebagai salah satu aset investasi.

 

Atas beberapa alasan inilah emas tetap laris dijual meskipun harganya tergolong mahal.

Oh iya, sudah tahu berapa harga emas murni saat ini?

Dilansir dari situs harga-emas.org, harga emas Antam murni pada hari ini (Sabtu, 08 Juli 2017) menembus harga USD 43,44 atau setara dengan Rp. 582.000 dengan kurs Rupiah yang bertahan pada angka 13.397 per USD.

Tetapi sebenarnya ada alasan ilmiah yang membuat harga logam mulia yang satu ini menjadi mahal. Sudah tahu belum? Atau jangan-jangan kamu senang membeli emas tanpa tahu alasan mengapa harganya mahal?

Baiklah tanpa berbasa-basi lagi, ini dia alasan ilmiah mengapa logam emas harganya mahal. Mari disimak ya :)

1. Kelimpahan Emas di Bumi Sangat Rendah

Emas adalah unsur yang memiliki nomor atom 79 dan nomor massa sebesar 196 g/mol. Emas tergolong sebagai salah satu unsur golongan transisi yang harganya paling mahal.

Kelimpahan emas di kerak bumi hanya sekitar 0,0011 ppm (0,0011 mg emas dalam 1 kg batuan emas) dan menduduki urutan ke-72 dalam kelimpahan unsur di kerak bumi (sumber: Wikipedia)

Bayangkan kalau kamu jadi penambang emas, dari 1 kg batuan tambang hanya mendapatkan 0,0011 mg emas. Sebuah zat dengan masa 0,0011 mg tak jauh berbeda dengan butiran debu!

Atau dengan kata lain, kamu akan membutuhkan 909.091 kg batuan emas untuk memproduksi 1 gram emas murni! Sebuah angka yang sangat menakjubkan.


2. Isolasi Emas Murni Sangat Sulit dan Berbahaya

Emas yang terdapat di alam terbagi menjadi 2 jenis, yaitu emas batu karang dan emas alluvial.

Emas batu karang adalah emas yang tersebar di dalam bongkahan batuan. Karena tersebar di dalam matriks batuan, maka perlu dilakukan isolasi untuk mendapatkan emas murni.

Sedangkan emas alluvial adalah jenis emas yang sudah berupa butiran pasir. Emas jenis ini tidak lagi membutuhkan proses isolasi karena sudah berupa emas murni.

Hmmm, enak sekali kalau punya tambak emas alluvial. Setiap hari hanya tinggal mencangkul dan uang pun “berjatuhan dari langit” hehehe.

Akan tetapi, pada faktanya sangat jarang sekali ditemukan sumber emas yang langsung berupa butiran pasir. Sehingga bisa kita ambil kesimpulan bahwa hampir sebagian besar emas yang beredar di pasaran adalah hasil dari isolasi terhadap batuan tambang yang mengandung emas.

Lanjut ke topik utama. Tahukah kamu bagaimana cara untuk memisahkan emas murni dari matriks batuan tambang?

Jangan dikira untuk memperoleh emas murni hanya membutuhkan proses penggalian batuan tambang saja. Prosesnya jauh lebih rumit dibandingkan itu.

Pertama, batuan yang mengandung emas harus ditambang terlebih dahulu. Biasanya, tambang dengan kadar emas yang tinggi juga mengandung perak dan tembaga dengan kadar yang rendah.

Begitu pula sebaliknya, tambang dengan kadar perak dan tembaga yang tinggi juga mengandung emas dalam kadar yang rendah.

Mangkanya jangan aneh ketika Freeport yang notabennya adalah tambang tembaga tetapi ternyata menghasilkan perak dan emas juga.

Kedua, setelah batuan berhasil ditambang, maka selanjutnya adalah proses amalgamasi. Amalgamasi adalah mereaksikan batuan yang mengandung emas dengan logam Raksa.

Kamu sudah tahu belum apa itu logam Raksa? Masyarakat awam lebih mengenal logam ini dengan sebutan merkuri.

Tujuan dari proses amalgamasi adalah memisahkan logam emas dengan berbagai material lainnya dalam batuan tambang. Emas akan bergabung dengan merkuri menjadi amalgam Emas-Merkuri.

Oh iya, meskipun merkuri adalah logam, tetapi wujudnya adalah cair dalam suhu ruang lho!

Selain itu, merkuri juga bersifat volatile alias mudah menguap. Akibatnya, penggunaan merkuri sangat rentan untuk terhirup ke saluran pernapasan para pekerja.

Pekerja yang sering terlibat dengan merkuri dapat mengalami gangguan kesehatan yang cukup fatal seperti tremor, parkinson, gangguan syaraf, ketulian, kerusakan pada otak janin (jika dalam kondisi hamil), gigi tidak kuat dan rontok, dan berbagai gangguan kesehatan yang lainnya yang dapat berujung pada kematian (sumber: Wikipedia).

Ketiga, emas dan merkuri yang sudah berwujud amalgam diproses dengan sianidasi.

Proses sianidasi adalah mereaksikan amalgam emas-merkuri dengan garam Natrium Sianida encer (NaCN) membentuk garam rangkap NaAu(CN)2 sesuai reaksi:

4Au + 8NaCN + 2O2 + 2H2O --> 4NaAu(CN)2 + 4NaOH

Pasti masih ingat kan dengan kasus Jessica-Mirna? Yup, racun yang digunakan dalam kasus pembunuhan tersebut adalah Sianida yang digunakan dalam pengolahan emas!

Keempat, garam rangkap emas yang terbentuk direduksi dengan logam Zn yang disebut dengan proses Merill-Crowe. Adapun reaksi yang terjadi dalam proses ini adalah:

2NaAu(CN)2 + Zn --> 2NaCN + Zn(CN)2 + 2Au

Meskipun pada akhir reaksi telah didapatkan emas murni, tetapi rendemen kemurnian emas pada proses ini masih tergolong rendah sehingga masih perlu proses selanjutnya.

Kelima, logam emas yang belum terlalu murni dielektrolisis dengan elektrolit berupa AuCl3 dalam HCl, anoda berupa emas yang akan dimurnikan, dan katodanya berupa emas murni yang akan dihasilkan.

Adapun reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis emas adalah:
Katoda: Au3+(aq) + 3e- --> Au(s)
Anoda: 2H2O(l) --> O2(g) + 4H+(aq) + 4e- dan Au --> Au3+ + 3e-

Proses elektrolisis emas ini dapat menghasilkan emas dengan kadar kemurnian yang sangat tinggi, mencapai 99,99% atau setara dengan 24 karat emas.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah proses pembuatan emas melibatkan banyak risiko dan membutuhkan alat dan bahan-bahan yang banyak. Selain itu, tahapan pemurnian emas juga rumit dan bertele-tele.

Atas dasar inilah, harga emas menjadi mahal.

Meskipun sebenarnya ada cara lain untuk mengolah batuan emas menjadi emas murni, namun harganya jauh lebih mahal sehingga banyak orang yang memilih cara ini untuk mengolah emas.


3. Inert dan Anti Korosi

Tahukah mengapa emas disebut-sebut sebagai logam mulia? Jawabannya adalah karena emas merupakan logam yang inert.

Jika sebuah zat memiliki sifat inert, berarti zat tersebut sangat sulit untuk bereaksi secara kimiawi dengan zat lain. Tetapi apakah alasan dibalik sifat inert milik emas?

Sifat inert emas memiliki kaitan dengan nilai potensial standar reduksinya. Untuk memperkirakan nilai potensial standar reduksi dapat digunakan deret Volta/Nernst di bawah ini:

K-Ba-Sr-Ca-Na-Mg-Al-Zn-Fe-Ni-Sn-Pb-(H)-Cu-Hg-Ag-Pt-Au (Emas)

Semakin ke kanan, nilai potensial standar reduksi akan semakin besar. Dengan kata lain, semakin ke kanan maka sebuah unsur akan semakin mudah mengalami reduksi dan semakin sulit untuk dioksidasi.

Dalam deret Volta/Nernst, emas berada di ujung paling kanan sehingga emas menjadi logam yang paling mudah direduksi dan paling sulit dioksidasi.

Karena sifatnya yang sulit dioksidasi inilah membuat emas menjadi logam yang paling tahan terhadap korosi atau karatan. Emas tahan terhadap paparan Oksigen di udara bahkan dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi.


4. Tidak Bereaksi Dengan Asam Kuat Apapun Kecuali Aqua Regia

Masih erat kaitannya dengan deret Volta dan sifat inert-nya, emas menjadi salah satu logam yang tidak bereaksi dengan asam kuat apapun kecuali Aqua Regia.

Catatan: Platina (emas putih) juga tidak dapat bereaksi dengan asam kuat lainnya kecuali Aqua Regia.

Secara bahasa, aqua artinya adalah air sedangkan regia artinya raja.

Jadi, aqua regia adalah air raja. Julukan ini diberikan karena aqua regia mampu melarutkan semua jenis logam yang ada di dunia ini termasuk emas.

Selain aqua regia, tidak ada asam kuat lainnya yang mampu melarutkan emas. Bahkan asam oksidator sekalipun seperti HNO3 encer, HNO3 pekat, dan H2SO4 pekat tidak mampu melarutkan emas.

Sebagai informasi tambahan, aqua regia dapat dibuat dengan mencampurkan 3 bagian HCl pekat dan 1 bagian HNO3 pekat.

Dalam pelarutan emas, HNO3 pekat berfungsi sebagai oksidator kuat dan HCl pekat berfungsi sebagai pengkompleks ion Au3+ sehingga tidak tereduksi kembali menjadi logam emas.

5. Mudah Ditempa Tetapi Tidak Mudah Dihancurkan

Dengan tingkat kekerasan yang hanya 2,5 sampai 3 Mohs, emas menjadi logam yang mudah untuk ditempa dan dibentuk.

Karena sifat inilah menjadikan emas dapat dengan mudah dibentuk menjadi berbagai bentuk seperti koin, emas batangan, cincin, kalung, gelang, bahkan topeng para Raja pada zaman dahulu.

Akan tetapi, meskipun emas mudah dibentuk menjadi berbagai macam benda tidak membuatnya mudah untuk dihancurkan. Nggak percaya? Silakan saja patahkan salah satu perhiasan emasmu. Hehehe 

Penutup...

Terkadang ilmu kimia dapat menjelaskan fenomena di luar ilmu kimia itu sendiri. Salah satunya adalah alasan mengapa harga emas menjadi lebih mahal dibandingkan logam lainnya.

Sebenarnya masih banyak alasan lainnya yang dapat menjelaskan fenomena tersebut, tetapi cenderung ke penjelasan secara ekonomi bukan secara ilmu sains.

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa untuk komentar atau share ke temanmu agar mereka juga tahu. Jangan hanya suka memakai emas tanpa tahu mengapa harganya mahal. Hehehe

Salam Asimetris!

Suka dengan artikel di blog ini? Silakan berlangganan gratis via email

14 Responses to "5 Alasan Ilmiah Mengapa Emas Harganya Mahal"

  1. Menurut saya mungkin karena kelangkaannya, makanya emas menjadi mahal. Selain itu, efek yang dihasilkan emas juga mempengaruhinya. Selain itu mindset semua orang dibumi ini bahwa, emas adalah barang berharga.

    But, good article.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan, sebagaimana sudah dijelaskan bahwa emas menempati urutan ke 72 dalam daftar unsur paling melimpah di alam.

      Mindset masyarakat itu muncul karena sifat emas yang "abadi" yaitu tidak mengalami perubahan yang signifikan walaupun disimpan dalam kurun waktu ratusan bahkan ribuan tahun.

      Terima kasih sudah membaca :)

      Delete
  2. bisa jadi emas mahal juga karena sudah dari pendahulunya,, seperti nenek moyang kita tahu emas adalah hal mahal dan bisa di wariskan,,, bahkan sejak zaman nabi pun juga sudah ada emas,,

    tapi yang saya suka dari artikel ini, ilmu sains lah alasan saya

    ReplyDelete
  3. Waw penuh dengan Mate matika

    ReplyDelete
  4. emas mahal karena sulitnya bahan yang didapat dan proses pemasakan ataupun pembuatanya juga ribet dan lama jadi tidak heran kalau emas menjadi barang yang mahal , itu menurut saya sih

    ReplyDelete
  5. Baru tau kalo emas murni berasal dari emas yang sudah menjadi butiran pasir, btw nice info gan 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak semuanya, silakan dibaca lagi yang teliti :)

      Delete
  6. emas itu mahal deh kayaknya '-' jelas lah punya 1 bqtang aja dituker udah berapa milliar, btw freeport itu kan gede ya? emasnya juga banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan "kayaknya" mas, tapi memang mahal hehehe

      Delete
  7. Teringat masa² ane di tambang. dulu pkerjaan ane mencari emas, udh gitu, untung rugi, Untungnya terkadang dicari hanya dalm waktu 1 jam hasilnya melimpah, Ruginya kdng juga dicari Seharian tapu hasilnya NOL BESAR 😄.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah akhirnya ada pakar emas mampir ke sini :D

      Namanya juga penambang mas, pasti untung-untungan. Tapi yang penting mah tetap ada walaupun hasilnya nggak terlalu banyak ya :)

      Delete
  8. Nabung emas paling menguntungkan...

    ReplyDelete
  9. baru ngeh...ternyata itu alasannya pantas...investasi emas lebih mengntungkan daripada deposito... :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung di website ini.

Jika berkenan, mohon berkomentar yang RELEVAN dengan bahasa yang santun.

Semua komentar selalu saya baca meskipun tidak semuanya dibalas. Harap maklum :)

Contact Form

Name

Email *

Message *