Pengalamanku Menerima Beasiswa Bakti Asih Sesama (BAS) Generasi 2

Tak terasa sudah beberapa waktu saya tidak menulis. Bagiku, menulis di blog sudah menjelma menjadi salah satu hobi sekaligus kebutuhanku sehingga saya merasa ada yang kurang di dalam diriku jika tidak menulis.

Vakumnya diriku dalam menulis bukan tanpa alasan. Padatnya aktivitas kuliah hingga kebuntuan dalam mencari ide tulisan menjadi permasalahan utama yang terus dicari solusinya hingga saat ini.

Namun secara tak sengaja tadi malam sebuah inspirasi terlintas di fikiranku. Belum lagi kondisiku yang kebetulan sedang santai sehingga membuatku langsung ambil laptop dan merangkai kata-kata sehingga jadilah tulisan ini. Hehehe :D

Back to the topic, kali ini saya akan sharing mengenai program Beasiswa bagi siswa-siswi SMAKBo, apalagi kalau bukan Beasiswa Bakti Asih Sesama atau yang lebih akrab disebut BAS.

Oh iya, pada 2016 silam, saya juga menjadi salah satu penerima dari beasiswa ini sehingga postingan ini juga akan mengupas mengenai pengalamanku selama menjadi bagian program ini.

Penasaran? Yuk simak sampai akhir ya :)

Mengenai Bakti Asih Sesama (BAS)

Ilustrasi Bakti Asih Sesama

Cikal bakal Bakti Asih Sesama (BAS) ini bermula dari program beasiswa yang digagas oleh kakak alumni angkatan Asfaltena Squad 51 sehingga pada awalnya beasiswa ini dinamakan Beasiswa Asfaltena.

Seiring berjalannya waktu, sumber pendanaan dan kepanitiaan tidak hanya berdatangan dari angkatan 51 saja melainkan para alumni dari lintas angkatan yang peduli terhadap pendidikan adik kelasnya.

Sehingga nama Beasiswa Asfaltena diganti menjadi Bakti Asih Sesama (BAS).

Bakti Asih Sesama (BAS) adalah program beasiswa yang diberikan kepada siswa-siswi SMK-SMAK Bogor dalam rangka membantu mereka yang mengalami keterbatasan dalam hal finansial namun memiliki potensi yang baik dalam hal akademik dan non-akademik.

BAS memiliki 2 buah motto utama dalam setiap kegiatannya, yaitu:
  • Be Social, Be a Good Attitude, and Knowledgeable
  • Senantiasa Berbagi, Senantiasa Berprestasi!

Program ini pertama kali terealisasikan pada tahun 2015 silam, yaitu angkatan Cephatrov Zenova 58 (BAS Generasi 1) dan Alhamdulillah terus berlangsung sampai saat ini.

Catatan: saya adalah angkatan Dysprosina Alvyron 59 (BAS Generasi 2).

Oh iya, kamu harus membuang jauh-jauh anggapan bahwa BAS hanyalah sebuah beasiswa yang biasa-biasa saja dan hanya memberikan bantuan finansial.

Karena pada kenyataannya, BAS adalah beasiswa yang luar biasa!

Bagaimana tidak, BAS memberikan bantuan berupa pembayaran SPP per bulannya sebesar Rp.100.000 selama 10 bulan, lalu uang saku per bulannya sebesar Rp.300.000.

Keunggulan beasiswa BAS yang lainnya adalah para Beswan (penerima beasiswa) juga diberikan berbagai macam pengetahuan dan keterampilan (softskill) yang sangat dibutuhkan oleh manusia era globalisasi seperti sekarang ini, di samping bantuan finansial.

Sebut saja beragam keterampilan seperti
  • Attitude,
  • Kemampuan bersosialisasi dan berorganisasi,
  • Team work,
  • Problem solving,
  • Menulis,
  • Life planning,
  • Menentukan pilihan, hingga
  • Keterampilan berwirausaha.

Kapan lagi kamu bisa menerima bantuan finansial plus berbagai macam keterampilan yang sangat berguna ketika kamu lulus nanti?

Namun perlu diberitahukan bahwa program BAS diperuntukkan bagi siswa-siswi SMK-SMAK Bogor kelas 12.

Selain itu, jumlah pendaftarnya mencapai belasan hingga puluhan orang, tetapi kuota yang tersedia terbatas namun mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.


Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat terjadi peningkatan jumlah BESWAN (penerima beasiswa) yang cukup signifikan dari generasi ke generasi, dimana generasi kedua mengalami peningkatan sebesar 20%, generasi ketiga sebesar 50%, dan generasi keempat sebesar 73%.

Potensi akademik maupun non-akademik yang baik akan menjadi salah satu bahan pertimbangan selanjutnya setelah kondisi keuangan.

Bagaimana, kamu kelas 12 SMAKBo yang tertarik dengan beasiswa ini? Rajin-rajin main ke mading di depan Kesiswaan ya, karena biasanya informasi mengenai pendaftaran dan seleksi BAS akan dipajang di sana.

Sesi Curhat: Aku Bangga Jadi BAS Generasi 2

Masih kuingat betul pada suatu siang yang terik di sekolah, tepatnya saat duduk di kelas 12, saya iseng-iseng menengok ke mading di depan kantor kesiswaan.

Tempat ini biasanya kukunjungi untuk mencari informasi seputar lomba cerdas cermat kimia ataupun sekedar mampir untuk melepaskan rasa lelah setelah belajar kimia terus menerus :D

Namun ada yang berbeda di siang itu. Terpampang sebuah poster yang menginformasikan mengenai pendaftaran beasiswa BAS. Langsung saja kucatat semua informasi penting yang ada, mulai dari berkas yang diperlukan hingga tanggal seleksinya.

Berkasnya lumayan banyak juga sih, tapi tak apalah. Niatku sudah bulat untuk membantu meringankan beban orang tua.

Hingga tiba-lah pada hari H pelaksanaan seleksi. Ternyata banyak juga yang berminat. Kuucapkan Bismillah agar diberikan kelancaran dan hasil yang terbaik.

Kegiatan seleksi dimulai dari tahapan wawancara yang panjang. Maklum saja, pengurus harus benar-benar jeli dan cermat sehingga mampu menghasilkan keputusan yang tepat.

Apalagi namaku berawal dari huruf Y disusul huruf U dan S, alhasil namaku dipanggil belakangan :(

Pertanyaan wawancara bertopik seputar latar belakang keluarga dan ekonomi, prestasi akademik dan non-akademik, kegiatan akhir pekan, hingga kontribusi yang akan diberikan setelah dinyatakan lolos.

Setelah itu rangkaian penilaian dilanjutkan dengan presentasi. Saat itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil.

Tugasnya cukup sederhana, melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats) terhadap almamater tercinta kemudian mempresentasikannya di depan ruangan. Papan tulis menjadi salah satu alat bantu untuk menjelaskan konsep yang dibahas.

Analisis SWOT

Dengan selesainya kegiatan presentasi, maka berakhirlah rangkaian seleksi BAS pada hari itu.

Beberapa hari kemudian hasil seleksi muncul, dan …….

Alhamdulillah namaku ada di daftar 10 orang yang lolos seleksi. Yuhuuu, senangnya hatiku :)

Gathering Perdana

Gathering Perdana BAS Generasi 2

Gathering perdana dilakukan untuk menguatkan emotional bonding antar penerima BAS (Beswan) maupun dengan kakak-kakak pengurus.

Bisa dibilang Gathering perdana ini mengusung konsep outdoor life dengan melakukan penginapan dan kegiatan di alam untuk mengompakkan kerja sama tim.

Oh iya, gathering perdana BAS generasi 2 diadakan pada 16-17 Januari 2016 di Guest House Jalan Kebun Raya Cibodas, Cipanas, Cianjur Jawa Barat.

Sayangnya saat itu saya tidak bisa ikut gathering perdana ini dikarenakan ada penyisihan lomba Asah Terampil Kimia Universitas Pendidikan Indonesia (ASTRA UPI). Sedih banget diriku :(

Mendengar penuturan dari teman-teman, ternyata kegiatannya sangat seru lho!

Mulai dari bermain di air terjun, makrab alias malam keakraban, penampilan kreativitas, tukar kado, senam dan yoga, dan berbagai macam games seru dan mengasyikkan.

Jadi makin nyesel karena tidak bisa ikut :(

Baca juga: Pendaftaran Siswa Baru SMAKBo dan Tips Lolos Test Tertulisnya

Gathering Kedua

Setelah mengasah kemampuan team work pada gathering sebelumnya, pada gathering kedua ini Beswan dibekali dengan materi yang sangat vital bagi manusia selaku makhluk sosial.

Apakah itu?

Yup, temanya adalah mengenai komunikasi! Sebuah hal yang dianggap sepele namun bisa menentukan kualitas hubungan kita dengan orang lain.

Gathering Kedua BAS Generasi 2

Pembicaranya pun berasal dari mereka yang terkaliber di bidang ini. Sebut saja teteh Dian Nilamsari, seorang alumni SMAKBo angkatan 51 yang kini berprofesi sebagai penyiar professional di Kisi FM.

Ada kisah menarik yang dipaparkan oleh Teh Dian. Ceritanya, teteh Dian ini daftar testing SMAKBo hanya untuk menemani temannya dan tidak ada niatan sedikit pun untuk masuk SMAKBo.

Namun rejeki sudah ada yang mengatur, teh Dian lolos dan diterima di SMAKBo sedangkan temannya yang berminat itu tidak lolos. Seperti tertukar ya :D

Pembicara selanjutnya adalah akang Ingki. Beliau banyak menanamkan nilai-nilai komunikasi dengan diri sendiri untuk lebih mengenal kelebihan dan kelemahan diri.

Dan kang Ingki pun memberikan games unik. Bagaimana caranya agar sebuah lilin menempel di dinding meja tanpa menimbulkan tetesan ke lantai?

Saat itu kami hanya diberikan sebuah lilin, sekotak paku payung, dan korek api.

Jawab sendiri ya bagaimana caranya :)

Gathering Ketiga

Gathering ketiga kali ini membahas permasalahan yang membuat semua anak SMAKBo menjadi dilema dan galau, hehehe. Apa lagi kalau bukan pertanyaan "kerja dulu, kuliah dulu, atau kerja sambil kuliah?"

Sebenarnya sah-sah saja jika kamu kerja dulu, kuliah dulu, atau kerja sambil kuliah. Asalkan jangan langsung ke KUA setelah lulus ya :D

Kerja Dulu, Kuliah Dulu, atau Kerja Sambil Kuliah?

Saat mendengarkan materi ini aku jadi galau, padahal tadinya hati adem-adem aja pas berangkat dari kostan. Apa ini yang dinamakan cinta? *eh

Pemateri kali ini mewakili setiap aspek sesuai topiknya, ada:
  • Bapak Dr. Endang Saepudin, beliau adalah ketua Departemen Kimia Universitas Indonesia sekaligus alumni SMAKBo angkatan 20. Beliau membahas mengenai dunia perkuliahan.
  • Om MJ alias om Mas Jono, alumni SMAKBo angkatan 25 yang membahas mengenai atmosfer dunia kerja professional.
  • Kak Intan Uswatun Khasanah (alumni SMAKBo angkatan 49) dan kak Fachrurozy (baca: kak Memet, alumni SMAKBo angkatan 53). Beliau membahas mengenai bekerja sambil kuliah.

Semua opsi tidak ada yang salah, hanya kita sebagai pengambil keputusan yang harus memikirkannya secara matang dan mendalam agar kehidupan di masa depan semakin terarah.

Pada akhirnya, saya sendiri memutuskan untuk kuliah terlebih dahulu karena beberapa alasan yang baru muncul beberapa tahun belakangan ini.

Oh iya, yang paling berkesan dari gathering ketiga ini adalah permainan teka-teki yang sangat sulit dari om MJ. Saat itu teka-tekinya sebagai berikut:

“Sebuah pabrik memiliki 10 buah mesin pembuat roti. Sebut saja mesin 1, mesin 2, mesin 3, sampai mesin 10. Setiap mesin memproduksi roti seberat 10 gram. Pada suatu hari, ditemukan sebuah roti yang beratnya hanya 9 gram yang diproduksi oleh salah satu mesin. Bagaimana cara kita menentukan mesin mana yang rusak hanya dengan melakukan penimbangan sebanyak 1 kali?"

Oh iya, bagi siapapun yang berhasil memecahkan teka-teki ini dalam waktu maksimal satu minggu akan diberikan hadiah uang sebesar IDR 500k. Seisi ruangan pun langsung heboh, begitu pula saya hehehe

Berhari-hari, siang dan malam, pagi dan sore, saya memikirkan bagaimana caranya memecahkan teka-teki ini. Beragam jawaban sudah diutarakan, namun masih saja salah di matanya.

Hingga pada suatu malam, saya mendapatkan ilham bagaimana menjawab permasalahan ini. Keesokan harinya langsung saja kuhubungi om MJ.

Setelah menunggu beberapa saat, ternyata jawabanku benar! Senang sekali rasanya bisa menjawab teka-teki itu, dan uang 500k nya pun berhasil saya bawa pulang :D

Gathering Keempat

Kalau mengingat-ingat mengenai gathering keempat, rasanya memalukan.

"Lho, kok bisa?"

Iya, gathering keempat membahas topik seputar wirausaha dan bisnis.


"Lantas, dimana kah bagian yang bikin malu itu?"

Gathering keempat dimulai dengan berjualan di area Car Free Day Sempur, Kota Bogor (dulu CFD di sini, sekarang pindah ke Sudirman).

Sepuluh orang Beswan Generasi 2 dibagi menjadi lima kelompok, dan saya satu kelompok dengan Karna.

Saat itu saya dan Karna memutuskan untuk berjualan es karena biasanya sehabis olahraga orang-orang membutuhkan minuman segar untuk mengembalikan stamina yang sudah hilang.

Satu hari sebelum kegiatan, kami berbelanja di swalayan dekat sekolah. Kami berbelanja cup plastik, sedotan, minuman serbuk, dan es batu.

Sudah terbayang bagaimana lakunya dagangan kami saat itu. Pundi-pundi Rupiah pun mengalir deras ke kantong kami.

Namun semua khayalan itu hancur tak berbentuk saat hari H tiba.

Bagaimana tidak, mulai jualan dari jam 7 hingga jam 08.30, hanya satu gelas es saja yang berhasil kami jual. Itu pun dibeli oleh kakak kelas kami yang tidak sengaja bertemu di Sempur saat ia sedang bermain sepeda.

Haduh, malunya kami saat itu karena tidak mampu menjual apapun, hehehe.

Beberapa teman kami malah laku keras saat menjajakan dagangannya. Mungkin mereka memang berbakat dalam berjualan.

Akhirnya es tersebut kami bagikan gratis kepada para pengunjung, daripada dibuang kan sayang.

Oh iya, saat itu kami diberikan kaos gratis oleh kak Sigit dari Djuanda clothing lho! Bagus banget kaosnya, makasih kak Sigit :)

Gathering Terakhir

Lagi-lagi kemalangan menimpa diriku. Aku terpaksa tidak bisa ikut lagi di gathering terakhir ini karena harus menghadiri psikotest sebagai syarat melakukan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di sebuah perusahaan swasta.

Dan yang lebih menyakitkan, saya tidak lolos psikotest tersebut karena sebuah test konyol yang bernama Kreplin :(

Gathering terakhir ini diadakan untuk menumbuhkan rasa peduli dan empati kita terhadap sesama. Kegiatannya adalah mengunjungi Istana Kepresidenan Bogor bersama adik-adik Terminal Hujan (TH), mendampingi mereka, dan memberikan kado atau kenang-kenangan.

Tak terbayangkan betapa serunya kegiatan hari itu. Suasana keceriaan sekaligus kesedihan pasti begitu melekat di hati, mengingat ini adalah kegiatan terakhir dari BAS Generasi 2.

Penutupan BAS Generasi 2

Tak terasa sudah 5 bulan kami berkumpul sebagai keluarga di program BAS ini. Rasanya kami masih haus akan ilmu dan pengalaman baru. Namun kami sudah sampai di penghujung kelas 12, atau dengan kata lain akan menyongsong garis perjalanan baru di kelas 13.

Yang pergi akan terus digantikan, selalu, dan selalu. Begitu pula dengan kami yang bersiap menyambut kedatangan BAS generasi 3.

Dan tepat saat aku menulis tulisan ini, kami sedang bersiap menyambut kedatangan BAS generasi 4. Cepat memang, waktu terus bergulir tanpa berhenti satu detik pun…

Yang pergi akan terus digantikan, selalu, dan selalu…

Pada malam penutupan itu, kami menerbangkan berbagai impian kami di masa depan, dengan sebuah lilin dan lentera yang menyala terang menembus gelapnya langit malam.

Masih kuingat betul bagaimana indahnya warna sindur yang menggelayut manja seakan enggan tuk beranjak. Betul-betul menggambarkan suasana khidmat saat itu.


Selamat jalan impianku, semoga kau selalu terbang setinggi langit, tegar sekokoh angkasa tanpa tiang, dan berlari semangat ke ujung dunia hingga tiba saatnya kau lelah dan berhenti menanti.

Dan saat itulah, aku akan mengambil dan mewujudkanmu menjadi bagian dari perjalanan hidupku.

Komentarku Mengenai BAS

Menurutku, BAS adalah sebuah beasiswa yang tidak hanya memberikan bantuan finansial saja, melainkan pengembangan soft skills dan kemampuan berharga lainnya.

Bahkan BAS memberiku keluarga baru, pandangan baru, serta impian dan angan yang lebih tinggi dan terarah.

Buat kamu yang ikutan program ini maupun program beasiswa lainnya, jangan sia-siakan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan. Iringi dengan ukiran prestasi sehingga kau bisa membuktikan bahwa mereka tidak sia-sia membantumu selama ini.

Terakhir, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada kakak donatur, pengurus, dan siapa pun yang telah terlibat dalam kesuksesan program BAS ini.

Mohon maaf saya tidak bisa menyebutkannya satu per satu.

Semoga amalnya dilipat gandakan oleh Allah SWT. Semoga suatu saat bisa menjadi salah satu orang yang terlibat dalam kegiatan ini. Aamiin.

Suka dengan artikel di blog ini? Silakan berlangganan gratis via email

2 Responses to "Pengalamanku Menerima Beasiswa Bakti Asih Sesama (BAS) Generasi 2"

  1. Wah hebat!!! Kk jadi bintang pelajar selamat ya kak salam dari 63

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah, makasih ya dek. Ini semua berkat Allah, doa orang tua, serta dukungan guru dan teman-teman semua

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung di website ini.

Jika berkenan, mohon berkomentar yang RELEVAN dengan bahasa yang santun.

Semua komentar selalu saya baca meskipun tidak semuanya dibalas. Harap maklum :)

Contact Form

Name

Email *

Message *